Oleh: rielhairudin | November 30, 2014

SAAT DARURAT SETTING DUPLEXER DENGAN HT

Saat emergency sering dibutuhkan penyetinggan ulang duplexer Sehubungan banyaknya permintaan tata cara setting duplexer secara manual ( keterbatasan alat)
Maka saya coba menuliskannya dengan 2 versi .
1. Dengan manual dengan peralatan seminimal mungkin atau sangat sederhana
2. Dengan menggunakan alat ukur yang sederhana
Sebagaimana kita tahu duplexer berfungsi sbg notch filter yang kerjanya akan melalukan frequency transmit, seraya menerima frequency rx secara bersamaan tanpa saling ganggu.

Untuk setting dengan menggunakan HT dan radio base station sbg rx monitor.
Alat2 yang dibutuhkan,
1. Duplexer.
2. Antenna pendek yang dihubungkan pada duplexer
3. Radio base station yang ada indikatornya ( S Meter )
4. HT yang dapat diatur power outputnya sekecil mungkin ( Extra low )
5. 2 bh Dummy load. 1 dihubungkan ke HT ( dg bnc conector ) dan 1 lagi untuk duplexer
( dg N conector) untuk menutup port duplexer
Alat 2 tsb di pasang spt dalam Photo.

Photo 1

SETTING FREQ TX 157 100

Proses tuning.

Misalkan kita memiliki frequency RX 152.100 MHz dan akan kita sebut sbg LOW ( L) serta satu lagi pada frequency TX 157.100 MHz yg kita sebut sbg HIGH ( H)..
Set peralatan seperti pada photo 1. Upayakan radio agak jauh dari posisi duplexer,
Save freq 152.100 pada HT freq pertama (L ) dan save juga freq ke 2 ( H ) pada ch 2 ..
Set power out dari HT seminimal mungkin ( extra Low Power), ganti antenna HT dengan dummy load, pertama2 yg akan kita set adalah freq RX, set radio pada freq 152.100 MHz hubungkan radio receiver di port L , beri antenna ¼ lamda pd output duplexer, tutup port H dengan dummy load .Setelah semua sesuai dengan photo, proses tuning dapat kita mulai,Tekan PTT HT dari jarak 15- 20 meter, lbh jauh lbh baik lagi, Putar tuning shaft duplexer dimulai dari yang tengah
( paling dekat ke pole output )..

PHOTO 2

 

gbr 2

 

 

 

 

 

PHOTO 3

 

gbr 3

 

Baca S meter pada radio, putar tuning shaft agar di dapatkan pembacaan signal paling maksimum pada S meter radio,.setelah pembacaan paling maksimum, maka pindah pada tuning shaft ke dua , disini dapatkan lagi sinyal terkuat yang dapat di baca, bila sdh, maka pindah lagi pada tuning shaft ke tiga, prosedur diulang sama spt tadi..
Setelah kita anggap setting utk RX section selesai, maka prosedur berikutnya adalah tuning bag TX duplexer,
Pindahkan dummy load ke Port L serta pindahkan radio monitor ke posisi H sett frequency radio ke 157.100, Pindahkan freq HT ke 157.100, prosedur tsb kita ulang spt saat setting bag RX..

PHOTO 4

 

SHAFT ke dua

 

 

 

 

 

SETTING FREQ TX 157 100

 

 

 

 

 

Dengan melakukan tuning st diatas, maka seolah2 kita telah membuat duplexer tsb bekerja / match pada frequency yg kita kehendaki,
Tuning dapat dilakukan sekali lagi untuk membuat settingan kita lbh baik lagi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, bila S meter radio menunjukkan sinyal, namun saat tuning shaft duplexer diputar, tdk ada perubahan, maka kemungkinan besar, sinyal tsb masuk ke radio tanpa melalui duplexer ( masuk lansung ke bagian RX dari radio ) untuk itu perlu digunakan kabel yang baik, radio yang selektif , serta atur jarak transmit HT tsb .

Mengchek sensitivitas/ loss nya.

Chek Loss pada bag RX : Siapkan power meter pada output duplexer, hubungkan radio pada pole L Sett power output radio serendah mungkin ( 5 watt ) pada freq 152.100.
Tekan PTT radio ukur berapa power outpunya, hasil yang baik, biasanya akan hilang power sekitar 15-20 % sebaiknya jangan lebih dari 20 % jadi bila pembacaan berkisar 4 Watt kira2 akan hilang 1 watt.
Hilang daya yang terlalu kecil missal 10 % akan mengurangi sensitivity dari radio ( freq bandwidth menjadi terlalu sempit )..

Demikian pula saat pengechekan power outputnya prosedur kita ulangi kembali spt diatas.
Bila telah dirasakan cukup maka mulailah kita coba untuk memasangkan duplexer tsb ke repeaternya.

Tentunya cara ini tdk memberikan hasil sebaik bila setting menggunakan Comm Analyzer atau RF signal generator, tetapi hal ini pernah saya lakukan saat setting di atas gunung kebetulan tdk membawa alat ukur kecuali alat2 tsb diatas.
Hasilnya cukup baik, hanya terkadang ada desensing tetapi tdk terlalu mengganggu.
Selamat mencoba..


Responses

  1. Mamiq Rie;…

    yah bolehlah dengat sangat kepepet dan jauh dari tempat kerja sehingga peralatan tidak terbawa.(Spectrum dan Signal Generator)…dan kalo bisa pada waktu radio RX nya di pasang Headphone sambil mendengarkan desissan nois nya…wah sangat tepat cara2 seperti ini…terima kasih Mamiq Rie Kardi Mataram.;

    • Hahaha.. betul .. sangat baik bila bawa headphone.. tapi kalo kepepet biasanya lupa ga bawa headphonenya..

  2. Repeater. HT Memakai duplexer.. Problem di lapangan banyak banget…. @ pertama.setingan nya sulit..@ & kepekaan.. Receiver RX nya.. Berkurang…@ komplain dari konsumen di lapangan.. Hadeeech…Capek deh

    • Bung Roni..
      Pada dasarnya HT itu dibuat bukan peruntukan menjadi repeater..
      namun kita orang indonesia banyak yag sangat kreatif,dapat memanfaatkan apa saja untuk menjadi sesuatu yang baik.
      contoh Radio dg range freq 144-148, dapat di buka locknya menjadi 136-170 Mz, hal ini emang diakui oleh orang luar bahwa teksnisi atau hobbiest radio di Indonesia itu sangat cerdik dan pandai, hal ini saya ketahui saat kunjungan ke LN, para ahli elektronika tsb mengakui bahwa orang kita pandai2.
      Kembali ke Hal HT bila digunakan untuk menjadi Repeater, tentunya menggunakan duplexer akan lebih baik, karena akan menjadi filter utk frequency yang tidak dikehendaki, Sensitivitas berkurang, harusnya tidak, radio tsb harusnya menjadi lebih selektif, radio yang sensistif tapi tidak selektif tentunya tidak baik.
      Bila kompalin dari user sih kadang2 memang ada, tergantung bagaimana kita menyikapinya.
      dan terakhir, makin banyak kita menghadapi problem, maka tentunya akan menambah jam terbang kita, jangan putus asa, mari kita sharing masing2 pengalaman, semoga menambah pengetahuan kita lagi

      salam..

  3. salam kenal pak riel. saya mau tanya, kantor saya menggunakan Repeater CDR500 dengan duplexer Merk RFS HFD8189A (155-162 Mhz)
    apakah memungkinkan duplexer tersebut di tuning pada frek
    Low 150 dan High 155. mohon pencerahan. terimakasih pak.

    • Mas Salahudin.. Range dari duplexer anda berarti diatas, bila di tune kebawah atau dg kata lain menambah bandwidthnya, mestinya masih bisa, terlebih RFS, hanya tentu saja ada sedikit kerugiannya spt sensitivity nya akan berkurang, agar tx tidak berkurang, sebaiknya tx di tune pada posisi High… salam..

      • terima kasih jawaban dan pencerahannya pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: